Sabtu, 28 November 2015

Satu dari banyak

Pernahkah kau merasa bahwa kau tak hanya yang satu-satunya?
Pernahkan kau benci pada diri sendiri karena menganggap bahwa bagimu, dia adalah satu-satunya?
Pernahkah kau mencoba berubah, untuk perubahan yang tak kunjung ada di dalam benaknya?
Kalau aku, pernah.
Aku tak menyangka, apa yang sudah aku usahakan untuk mengubah hal itu, ternyata kau juga melakukannya.
Ternyata aku bukanlah satu-satunya. Aku adalah satu dari sekian banyak tempat singgah yang kau coba pertahankan.
Entah ketika saat itu kau sedang bosan. Entah ketika kau rindu untuk digembirakan. Namun yang jelas, aku adalah satu dari orang yang kau cari untuk membunuh rasa bosan.
Kata yang pernah kau ucapkan kepadaku malam itu, ternyata kau mengucapkannya juga di tempat lain.
Rasa rindu yang kau utarakan itu, ternyata kau utarakan juga pada sosok yang lain.
Tempat pertama yang kau datangi bersamaku itu, ternyata kau mengaku bahwa kau tahu bukan dari aku— pada orang lain.
Aku tak ingin terlalu menyalahkanmu. Mungkin ini adalah akibat dari aku yang tidak terlalu memperhatikanmu. Atau mungkin, ini adalah akibat dari kamu yang terlalu ingin diperhatikan?
Tapi,
Jika aku adalah salah satu dari banyaknya tempat singgahmu.
Mungkin jika kehilangan aku,
Kau tak akan pernah tahu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar