Kepada semua laki-laki yang aku berani bersumpah cintanya tak akan pernah bisa lebih besar ketimbang cintaku kepada wanita itu,
Bolehkah aku meminta tolong?
Aku titipkan wanitaku yang kini tengah menjadi wanitamu. Aku mengenalnya jauh sebelum kau bisa merasa bahagia ketika pertama kali melihat senyumnya. Aku mengenalnya bukan baru kemarin sore.
Aku mengenalnya ketika ia masih bukan siapa-siapa, ketika ia tak lebih dari sekedar caci-maki setiap orang yang mendengar berita miring tentangnya. Aku tak bisa bicara banyak-banyak, karena mungkin kini kau sudah jauh lebih mengenalnya ketimbang aku. Bagaimana? Berdegup kencangkah hatimu ketika melihatnya tersenyum? Ya, aku juga dulu pernah merasakan hal yang sama.
Begini, aku ingin meminta tolong padamu,
Aku mohon. Walaupun sebenci-bencinya aku karena alasan dia pergi meninggalkanku dulu, aku mohon jangan rusak dirinya. Jangan ambil mahkotanya. Sehancur apapun aku pernah ditinggalkannya, aku mohon jangan kau hancurkan masa depannya. Jika kau memang benar-benar cinta dia, aku yakin kau pasti tak ingin merusaknya– Sama seperti yang aku lakukan dulu waktu aku masih punya waktu bersamanya.
Jagalah dia.
Sebagaimana aku dulu yang berani menantang seluruh dunia ketika mereka mencoba merendahkannya..