Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku.
Aku terlalu takut menyapa pagi, malamku selalu sibuk dengan berdalih untuk tidak memikirkan kamu. Pejam seakan menjadi cekam, kala tanpa aku sadari kamu hadir dalam imajinasiku.
Aku berulang kali mengubah posisi tidurku, hanya untuk mencegah air mata membasahi bantal kesayanganku. Jika kamu tau seberapa kelamnya malamku, tanyakan pada bantal tidurku.
Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku.
Pagiku tak lagi senyum-senyum sendiri. Aku terbangun, membuka ponsel, lalu berakhir dengan terus mencari. Tidak ada kamu lagi muncul disitu.
Semenjak kamu pergi, aku menjadi pecandu tidur yg tidak suka lelap terlalu larut. Berharap dalam panjangnya aku menutup mata, kamu sesekali datang mengucapkan kata-kata yg aku impikan yg membuatku tersenyum pagi-pagi, menatap layar kaca.
Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku.
Aku bosan dengan pertanyaan mereka yg terus menanyakan tentang kamu. Seakan aku tak boleh sedetikpun tak ingat kamu. Aku menjadi benci bepergian seorang diri, aku menjadi benci singgah ditempat yg sering aku datangi. Aku benci menjawab pertanyaan perihal dimana kamu? dan kenapa kita seperti ini.
Aku berharap kau juga merasa terganggu sepertiku, ketika kau tak sengaja mendengar namaku.
Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku.
Tidak pernah aku ditelan ketakutan yg kubuat sendiri seperti ini. Untuk membuka semua sosial media yg seharusnya mampu menghiburku pun aku terlalu takut. Aku takut ketika aku sendiri, aku menemukan kamu pada baris layar ponselku. Dan seketika itu pula aku langsung ingat kamu.
Aku takut melihat segala aktivitasmu. Aku menjadi seorang pengecut yg seakan tak pernah berani dan tak pernah ingin tau dengan siapa dan dimana kamu sekarang berada.
Tapi nyatanya, pengecutku ada pada puncak tertinggi ketika menghapusmu pun aku tak mampu.
Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku
Aku merasa asing, tidak dicintaimu aku merasa kaku. Tidak ada kamu dalam hariku, aku merasa kehilangan aku. Selain membawa kamu, kepergianmu juga membawa separuh aku.
Aku yg dulu.
Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku.
Tak pernah aku sedingin ini kepada hati yg mempersilahkan aku duduk bersila. Yg kerap menjanjikan aku atas rasa bahagia. Seakan dibanding kamu, mereka hanyalah kerikil dalam perjalanan hidupku. Seakan sekarang kamu adalah acuanku dalam menentukan pilihan hidup yg baru.
Aku mau yg seperti kamu. Mirip kamu. Senyaman kamu.
Atau mungkin kamu saja kalau begitu?
Ada yg berubah ketika kamu tidak lagi mencintai aku.
Aku hampir lupa bahwa aku adalah aku. Aku yg sekarang terlalu bimbang untuk melangkah. Aku terlalu sombong hingga masih menanamkan dalam benakku bahwa kamu akan kembali lagi nanti. Aku terlalu sombong bahwa kelak kamu akan datang lagi.
Maafkan aku.
Aku hanyalah orang yg telah lama terbiasa hidup bersamamu.