Selasa, 28 Maret 2017

berhentilah sejenak



Apa yang kau cari dari setiap perjalanan yang kau jejaki? Gunung-gunung tinggi, pantai-pantai landai, dan seluruh tapak langkah kaki dalam sendiri.

Apakah kamu mencari dirimu sendiri? Apakah kamu mencari arti dari hidup yang begitu sepi? Apakah kamu mencari penggenap kekosongan dalam hati yang begitu ingin kau isi? Apakah kamu sekedar melarikan diri?

Aku tidak pernah melihatmu berhenti, meski aku tahu kau menikmati. Setiap pagi aku hanya melihat kelelahan masih tertinggal dalam tatapanmu. Bukan lagi binar mata seperti ketika kau jatuh cinta. Tidak lagi ada rerangkai kata-kata manis yang membuatmu terbang ke angan. Kehancuranmu yang berkeping pada kali kesekian membuatmu terus saja melangkah maju, namun tanpa tanda-tanda kesadaran diri tentang apa-apa yang seharusnya dijaga dan diperbaiki.

Sejenak, berhentilah.
Jangan terus berlari mengejar matahari. Jangan terus memburu waktu terbit dan terbenam matahari. Jangan terus pergi setiap kali matahari mulai tinggi.

Sejenak, berhentilah.
Tulis lagi setiap perjalanan agar segala beban emosi dapat terbagi. Istirahatkan raga dari seluruh paksaan pikiran dan pertanggungjawaban.

Hanya saja, tetap bukan aku yang mengertimu. Tetap hanya dirimu sendiri yang tahu segalamu. Maka, jika kamu terus ingin pergi, entah untuk mencari atau melarikan diri, jangan pernah melupakan segala persiapan untuk seluruh perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar